Zola Zolu Gallery
Media
Zola Zolu Gallery
Kenakalan Arifien dan Romantisme Richard

Koran Jakarta
, 21 Agustus 2011

Richard banyak menghadirkan pesona alam Iengkap dengan aktivitas manusia dalam kehidupannya.

Dua seniman pelanggan Zola Zolu Galery, Arifien Nief dan Richard Winkler, coba menawarkan karyanya, baik berupa lukisan maupun patung untuk diapresiasi dan dinikmati.

Sosok lelaki itu mengundang senyum. Bukan lantaran dasinya yang berwarna merah jambu sehingga terkesan genit atau rambutnya yang terlihat klimis, tapi lebih pada tulisan di bawahnya "For Serious Only". Gambar lelaki itu bukanlah papan reklame biro jodoh, melainkan lukisan karya Arifien Neif. Jika melihat gambar itu membuat Anda tersenyum-senyum sendiri, ya itulah tipikal Arfiien, nakal dan jenaka.

Arifien memang banyak menawarkan cerita kehidupan manusia sehari-hari. Cerita tentang rumah tangga, cerita kebiasaan suami-istri dalam keseharian, sampai pada kebiasaan di kamar tidur. Tak hanya itu, ia berupaya pula memadupadankan simbol modernisme dan tradisionalisme dalam karyanya. Misalnya saja pada lukisannya yang berjudul "Sekaten", sebuah ritual khas masyarakat Pulau Jawa yang hingga kini masih dilestarikan.

Karya-karya itu pernah dipamerkan pada acara Bazaar Art di Pacifik Place, beberapa waktu Ialu, dan kini kembali dihadirkan di Zola Zolu Galery di City Plaza, Jakarta. Tak hanya karya Arifien yang dipamerkan di sana, karya Richard Winkler juga memadati dinding-dinding dan ruang galeri.

Salah satunya berjudul "Bathing in The Morning Sun". Karya Richard banyak menghadirkan pesona alam lengkap dengan aktivitas manusia dalam kehidupannya. Seakan ingin memaparkan bahwa alam dan manusia adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Satu kesatuan yang saling melengkapi. Alam memberikan segala kebutuhan pada manusia dan makhluk hidup lainnya sedangkan manusia memberikan kehidupan pada alam tersebut agar tidak terkesan "kering'.

Kondisi saling ketergantungan dapat dilihat pada karyanya yang lain berjudul "The Tea Plantation". Tampak terlihat sekelompok manusia sedang sibuk memanen teh dan alam raya yang melimpah. Manusia-manusia itu berbentuk bulat, gemuk, dan panjang. Selain dan sisi bentuk, dan sisi warna juga tampak hidup dan marak. Warna-warna ceria dan terang tersebut semakin melengkapkan balutan keindahan dalam karyanya.

Lukisan dan Patung

Menurut pemilik galeri, Hengkie HP, karya Richard, seniman berkewarganegaraan Swedia tersebut, banyak menawarkan tema-tema tropikal karena sang seniman nyaman tinggal di Bali. "Ditambah lagi semasa kecil dia memiliki kelainan tulang dan sempat dioperasi beberapa kali sehingga untuk menghilangkan rasa nyeri Richard suka pergi ke taman, mengamati pertumbuhan pohon dan bunga untuk menghilangkan rasa sakitnya. Dan akhirnya itu menjadi salah satu gaya lukisan dia," tutur Hengkie.

Dalam pameran kali ini Richard rnenghadirkan lima lukisan dan enam patung. Menurut Arifien, struktur dan konsep karya yang dihadirkan tahun ini tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu sama-sama menghadirkan orang untuk hadir dalam proses berkarya sehingga ketika lukisan dipajang dan dilihat mereka merasa memiliki tempat. "Dengan kata lain, segala macam persoalan individu yang dialami orang tersebut kemudian dapat dilihat dalam karya ini," tutur Arifien. Frans Ekodhanto.


Please click the picture to view the actual article

Kenakalan Arifien dan Romantisme Richard